RSS

Otak bayi memproses kata seperti orang dewasa

15 Apr

Meskipun belum bisa berbicara, bayi mengerti kata-kata yang diucapkan oleh orang dewasa. Otak mereka memproses bahasa seperti otak orang dewasa.

Para ilmuwan di University of California, San Diego, Amerika Serikat menggunakan teknologi MRI dan MEG untuk mengetahui cara bayi berumur 1 tahun memproses kata. Mereka mendapati kalau otak bayi memproses kata yang mereka dengar dengan struktur otak yang sama seperti orang dewasa. Lebih mengejutkan lagi, bayi tidak hanya memproses kata sebagai suara, tapi juga berusaha mencari artinya.

“Bayi menggunakan mekanisme yang sama dengan orang dewasa untuk mengakses arti suatu kata. Ada sebuah pusat arti kata yang akan terus diperbarui sampai mereka dewasa,” jelas Katherine E. Travis dari Department of Neurosciences, UC San Diego.

Studi ini melibatkan beberapa bayi berumur 12 hingga 18 bulan. Para peneliti menggunakan MEG, sebuah proses pencitraan yang mengukur medan magnet yang dihasilkan oleh saraf di otak. Peneliti juga menggunakan MRI untuk melihat aktivitas otak.

Pada percobaan pertama, bayi diperdengarkan pada kata-kata yang diikuti dengan suara-suara tanpa arti. Para ilmuwan ingin mengetahui kemampuan bayi membedakan keduanya.

Pada percobaan kedua, peneliti ingin mengetahui kemampuan bayi menangkap arti kata. Mereka menghadapkan bayi pada beberapa gambar objek. Setiap gambar sebuah objek muncul, kata-kata diperdengarkan. Salah satu kata yang diperdengarkan menyebutkan nama objek.

Aktivitas otak menunjukkan kalau bayi bisa mengetahui ketika nama objek yang disebutkan sesusai dengan gambar yang ditampilkan. Aktivitas otak itu ditunjukkan dengan amplitudo aktivitas otak. Kata-kata lainnya membangkitkan respons otak di bagian kiri depan, area yang diketahui dipakai untuk mengenali arti kata.

Peneliti lalu melakukan tes yang sama dengan orang dewasa. Hasilnya ternyata sama.

Para peneliti mengatakan kalau hasil penelitian ini bisa dipakai pada penelitian-penelitian di masa depan. “Contohnya adalah pengembangan diagnosis untuk mengetahui gangguan bicara atau autisme lebih cepat,” kata Eric Halgren, profesor radiologi di School of Medicine, UC San Diego yang juga turut serta dalam penelitian.

Sebelumnya, bayi dikira memiliki mekanisme yang benar-benar berbeda dalam mempelajari kata. Cara belajar itu dimulai dengan cara primitif dan berubah ke proses yang lebih rumit, yang biasa dipakai orang dewasa.

Sumber: ScienceDaily, natgeoindo

 
Leave a comment

Posted by on April 15, 2011 in Pendidikan Anak

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: