RSS

Tonton Film “Ketika Tuhan Jatuh Cinta” mulai 5 Juni 2014

Watch “Ketika Tuhan Jatuh Cinta movie trailer” on YouTube
Ketika Tuhan Jatuh Cinta movie trailer: http://youtu.be/TqxcSPIPVmM

KTJC one sheet

 
Leave a comment

Posted by on May 16, 2014 in Info Pasutri, Inspirasi, karir

 

Cara Cerdas Penuh Etika Menaikkan Penjualan dengan Social Media

Era saat ini, internet tidak hanya digunakan sebagai media peningkatan wawasan, namun kita pun banyak dipermudah dalam hal berbelanja secara online. Tidak perlu lagi berkunjung ke super market yang jaraknya begitu jauh.

Melihat fenomena ini, muncul banyak ide untuk memanfaatkan media internet untuk menambah pendapatan. Banyak orang yang mulai membuat bisnis online dan menjual produk-produknya secara online.

Tapi untuk memperoleh tingkat penjualan yang baik, perlu adanya pengelolaan Bisnis Online secara Cerdas dengan Nilai Etika yang cukup. Cerdas ? ya, Jika bisa memasarkan produk dengan modal yang sedikit, kenapa tidak dilakukan? Bahkan kini memasarkan produk secara gratis juga sudah sangat memungkinkan, yaitu dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana sosialisasi dan promosi produk Anda. Beretika ? Haruslah bijaksana dan penuh etika dalam penyajiannya. Hal ini sangat penting dilakukan ntuk menumbuhkan ketertarikan dan rasa kepercayaan calon pelanggan sehingga Pencitraan terhadap Produk Anda semakin tinggi.

Lain ladang lain belalang, begitulah ungkapan untuk masing-masing Social Media terutama dalam hal pengelolaannya. Namun banyak pula kesamaan yang bisa dilakukan dalam mengatur portofolio akun Social Media kita.

Facebook

Hampir semua orang yang sdh memanfaatkan internet pasti mempunyai akun yang satu ini. Itu sebabnya situs ini sampai sekarang masih menjadi primadona untuk menjadi media jejaring sosial.

Untuk memulai kegiatan promosi atau kampanye merk anda di facebook cobalah beberapa tip berikut.

  1. Buatlah akun dengan susunan nama Anda kemudian diikuti nama Bisnis. Ini dimaksudkan agar teman anda mengetahui bahwa Bisnis ini adalah milik Anda dan kalaupun ada orang yang belum mengetahui nama dan bisnis yang anda kelola, orang tersebut percaya bahwa nama pemilik tercantum disana.
  2. Masukan foto profil Bisnis dengan tampilan foto anda kecil disekitar foto profil tersebut. Atau buatkan album di akun tsb yang merupakan foto2 dan aktifitas terutama yg berhubungan dgn Bisnis anda, misal foto2 anda dengan karyawan anda.
  3. Buatlah informasi yang jelas dan masih tersedia sampai saat ini, misal : nama website, alamat email dan nomor telepon yang masih berlaku. Ini sangat penting untuk memberi kesan baik terhadap keseriusan anda dalam mengelola bisnis.
  4. Jangan pernah melakukan Tag foto tanpa diminta, hal ini akan membuat rasa tidak nyaman teman Anda, bahkan pencitraan Bisnis akan semakin buruk, karena terkesan terlalu mengobral produk.
  5. Konten akan menjadi faktor utama ketertarikan calon konsumen anda. Jadi buatlah konten yang bermanfaat berupa tips, pengalaman dengan sebuah produk, tutorial, berita dan hal2 lainnya yang berhubungan bisnis anda. Jangan terlalu banyak membuat posting produk, karena hal ini akan membuat jenuh.
  6. Sesekali ungkapkan rasa terima kasih terhadap pelangggan2 anda yang loyal saat setelah bertransaksi.

Twitter

Sebuah pepatah dari para leluhur terdahulu yang mengajarkan kearifan yaitu “ Mulutmu Harimaumu “ masih melekat begitu erat di era teknologi informasi sekarang ini.
Begitu dahsyatnya promosi tradisional “dari mulut ke mulut” itu berdampak pada penjualan sebuah produk sudah cukup menjelaskan kenapa cara promosi tersebut masih ada hingga sekarang. sebut saja  Twitter, begitu banyak kebahagiaan yang berasal dari sebuah perkataan dan ada juga tragedi yang disebabkan komentar yang sederhana.

Inilah yang menjadi salah satu kekuatan Twitter dalam perannya sebagai etalase gossip di dunia maya. Pernahkah anda berpikir untuk berinvestasi melalui gossip?
Ada sedikit tips untuk Anda untuk meledakan penjualan Anda dengan memanfaatkan Twitter sebagai media sosialisasi produk Anda.

  1. Daftarkan nama akun dengan nama Anda pribadi sebagai username kemudian berilah nama twitter dengan produk penawaran Anda (nama ini bisa diganti di kemudian hari).
  2. Buatlah Photo Profile yang ada hubungannya dengan produk Anda.
  3. Buatlah penyusunan kata yang efektif dengan singkatan kata yang sudah sering dipakai, karena postingan dibatasi 140 karakter.
  4. Buatlah postingan yang bersambung apabila konten dari postingan lebih dari 140 karakter. Hal ini dapat membuat follower anda tetap menunggu postingan anda selanjutnya, selama konten yang anda kirimkan bermanfaat untuk mereka.
  5. Untuk menambah jumlah Follower, coba kunjungi beberapa akun orang populer yang kira2 followernya merupakan segment produk Anda, kemudian follow masing masing dari follower tersebut, tunggu beberapa hari, kemungkinan orang tersebut akan melakukan followback Anda.
  6. Kekuatan Twitter dalam penyampaian pesan akan lebih besar lagi saat dikombinasi dengan Blog yang ada kaitannya dengan produk Anda. Misal Produk Anda Toko Online Pakaian Anak, maka buatlah blog dengan thema Parenting dengan mengarah segment orangtua. Buatlah beberapa tips yang bersambung dan dihubungkan dengan Blog Anda. Jangan lupa gunakan shortener untuk mempersingkat nama web.
  7. Sesering mungkin melakukan interaksi dua arah dengan follower Anda sehingga mereka merasa diperhatikan. Hal ini untuk memupuk kesetiaan follower Anda bahkan mereka dengan sukarela mereferensikan kepada para follower mereka.
  8. Sesekali melakukan Retweet konten twitter yang dianggap bagus dan inspiratif dari beberapa publik figur, sehingga dapat menggambarkan kualitas akun twitter Anda.

Jangan mengobral Lapak dagangan Anda terus menerus, cobalah berikan sesuatu yang menarik dan bermanfaat agar Follower atau teman anda tidak merasa bosan.

Untuk membangun pencitraan Produk Anda, jangan melakukan posting atau status pada FB maupun Twitter yang berisikan keluh kesah yang berlebihan, menghujat, beropini negatif terhadap kondisi saat ini (sosial politik), opini SARA, bergunjing yang tidak ada manfaatnya. Semua hal negatif ini akan meruntuhkan pencitraan Produk maupun Personal Anda.


Blog

Sampai saat ini Blog masih menjadi alat yang handal untuk membangun sebuah Branding baik itu produk maupun secara individual. Hal ini didukung dengan fasilitas Blog yang memberikan unlimited space untuk berekspresi dalam mengungkapkan opini secara panjang lebar dan detail.
Tips memanfaatkan Blog sebagai penunjang penjualan Anda :

  1. Buatlah akun gratis Blog di Blogspot.com atau WordPress.com
  2. Untuk lebih terlihat terpercaya, pakailah domain dan hosting berbayar, kemudian install dengan platform blog WordPress.
  3. Buatlah beberapa artikel menarik yang berhubungan dengan segment produk anda. Artikel ini dapat berupa tips, pengalaman dalam pemakaian sebuah produk, opini pada masalah tertentu yang sedang trend saat ini, dan banyak lagi.
  4. Untuk menambah trafik Blog, buatlah tautan link artikel Blog tersebut di akun FB dan Twitter Anda. Hal ini akan menambah trafik di Blog dan menambah jumlah teman dan follower di FB dan Twitter selama konten yang Anda sajikan bermanfaat dan unik.
  5. Tampilkan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti, dan batasi jumlah kata tidak lebih dari 400 kata.
  6. Buatlah sistem member pada Blog Anda, kemudian sesekali berikan bonus berupa e-book atau coupon discount produk Anda apabila member pembaca Anda memberikan komentar, karena dengan komentar maka Blog akan terasa hidup.

Untuk memberikan kekuatan penuh saat Anda melakukan optimasi Blog, sebaiknya digunakan juga Twitter atau Facebook untuk menambah traffic Blog. Dengan cara ini pula popularitas akun Facebook dan Twitter Anda akan terbangun, bila Blog Anda sesuai dengan kebutuhan Teman dan Follower Anda.

Youtube

Banyak orang yang suka dengan membaca, namun tak jarang orang yang sangat mengandalkan audio visual untuk dapat menyukai dan menumbuhkan ketertarikan tertentu. Oleh sebab itu Youtube mengusung niatnya untuk menitik beratkan entertainment pada para penikmat audio visual alias video.
Tips tepat memanfaatkan Youtube sebagai channel Pemasaran Anda :

  1. Buatlah sebuah penjelasan rinci tentang produk Anda di Youtube dengan pembicara Anda sendiri selaku Owner.
  2. Buatlah foto slide tentang produk Anda yang sederhana untuk menambah ketertarikan calon pelanggan Anda.
  3. Mintalah pelanggan loyal Anda untuk memberikan testimonial tentang produk Anda dengan format yang sangat sederhana sehingga tidak menyulitkan pelangan Anda saat mengambil video, misal menggunakan kamera dari laptop.
  4. Apabila perlu, cobalah menyewa profesional video untuk membuat video interaktif khusus produk Anda.

Linked in

Situs jejaring sosial ini sangat cocok untuk membangun Personal Branding dimana membernya adalah para proffesional yang sengaja memperlihatkan profile mereka sehingga dapat dilihat orang banyak yang biasanya dilakukan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan profesi mereka.
Buatlah akun Linked in sebagai sarana memperkenalkan diri Anda selaku Owner Bisnis Anda sendiri dengan penjabaran Profil, Latar Belakang Pendidikan, Pekerjaan sekarang, Portfolio dan Target Anda. Hal ini penting untuk memupuk kepercayaan calon Pelanggan Anda terutama apabila Bisnis yang Anda tawarkan adalah Jasa.
Apabila Anda pernah menjalin kerjasama dengan teman, cobalah minta kepada teman anda tersebut untuk melakukan endorsement tentang diri Anda secara jujur dan tidak berlebihan. Hal ini akan membangun kepercayaan calon pelanggan sebelum menyewa Anda sebagai tenaga profesional mereka.

Gunakan sarana Social Media secara Cerdas, Kreatif dan Bijaksana, karena Social Media menjadi alat penghubung yang ampuh untuk membangun sebuah pencitraan. Namun akan menjadi sebuah petaka saat kita menggunakannya tanpa Etika yang baik.

SELAMAT MENCOBA :)

Read the rest of this entry »

 
 

9 Langkah untuk Meningkatkan Penjualan dengan Social Media

Saat ini social media tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita, jika kita tidak membuka facebook/twitter satu hari saja, kita merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup kita.

Tahukah anda apa yang dilakukan orang di social media?

Menurut Empathica, kegiatan yang dilakukan di social media adalah sebagai berikut:

  • Membaca status atau melihat foto teman
  • Mengupdate profile
  • Memasukan foto atau video
  • Membuat rekomendasi
  • Memberikan komentar di status atau foto teman
  • Mengikuti kuis atau polling
  • Main game

Berdasarkan data diatas dapat ditarik sedikit kesimpulan, agar produk/jasa kita dikenal oleh orang banyak, kita harus bisa menempatkan produk kita di status orang. Apakah anda lebih percaya iklan atau rekomendasi dari teman? tentu saja sebagian besar dari anda akan menjawab rekomendasi teman.

Dalam Kuartal 1 tahun 2011 pengguna internet di Indonesia mencapai 39,6 Juta pengguna. Merupakan angka yang besar dan akan semakin bertambah tiap tahunnya, apalagi social media dapat diakses melalui handphone. Jika kita masuk ke sosial media maka kita bisa dengan mudah berjualan disana, benarkah demikian?

Dell menggunakan account twitter @delloutlet (memiliki 1.555.503 lebih pengikut) melakukan penjualan di social media, yakni dengan memberikan diskon tertentu pada produk dell. Di Indonesia sendiri kita bisa membeli motor secara online di Facebook.

Jadi ternyata kita bisa berjualan di social media, tetapi harus kita ingat bahwa yang dicontohkan diatas merupakan merek yang sudah dikenal konsumen. Bagaimana jika produk kita merupakan produk baru? Berikut adalah langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penjualan di social media baik untuk produk/jasa baru maupun lama:

1. Kenali & cintai produk/jasamu

Apakah produk/jasa anda merupakan pionir?

Apakah produk/jasa anda merupakan yang terbaik?

Apakah produk/jasa anda memiliki keunikan?

Apakah produk/jasa anda berkualitas?

Apakah produk/jasa anda mahal/murah?

Apakah produk/jasa anda cepat?

Dengan mengetahui produk/jasa kita, maka kita akan terlihat professional dimata calon konsumen/komsumen kita. Tentu kita pernah berhadapan dengan penjual yang kurang menguasai produknya sehingga kita menjadi kurang yakin akan produk tersebut, nah hal ini juga berlaku di social media.

2. Kenali produk/jasa pesaing

Jangan sampai kita hanya memperhatikan produk/jasa kita saja tanpa memperhatikan pesaing. Pesaing dapat membantu kita dalam penentuan harga produk/jasa kita, dengan memperhatikan pesaing kita dapat melakukan promosi yang lebih baik dari mereka, dll.

Dengan social media kita dapat dengan mudah memantau aktivitas pesaing.

3. Menentukan Target

Sebelum kita berjualan kita harus menentukan dahulu siapa target market kita, pria/wanita, tinggal di negara/kota mana, sehingga apa yang kita lakukan tepat pada sasaran. Dengan menggunakan facebook adverts kita dapat dengan mudah menjangkau target kita berdasarkan negara, kota, umur, jenis kelamin, bahasa, pendidikan, tempat kerja, dll.

4. Informasi yang lengkap

Read the rest of this entry »

 

Ketika Tuhan Jatuh Cinta

 

13 Pembuat Smartphone Asia Ingin Menggerogoti Dominasi Samsung dan Apple

Samsung merupakan pembuat smartphone top dunia dan – dan Asia. Namun, di luar sana para pembuat smartphone lainnya ingin melengserkan dominasi Samsung dan Apple.

Persaingan yang sangat kuat diprediksi akan terjadi di wilayah Asia. Di mana beberapa pembuat smartphone di sana bermain cukup kuat di pasar dalam negeri mereka masing-masing.

Mereka – secara individual maupun kolektif – tertarik mencuri penjualan dari pembuat ponsel yang lebih mapan. Mengutip sebuah lagu bob Marley: If you are a big tree, we are a small axe, sharp and ready, ready to cut you down.

13 Pembuat Smartphone Asia Ingin Menggerogoti Dominasi Samsung dan Apple

Berikut 13 pembuat smartphone baru yang bakal menjadi saingan kuat di Asia seperti kami kutip dari:

CHINA

Xiaomi

Dari semua startup Asia, Xiaomi mungkin merupakan yang paling tenar. Hal itu berkat keberhasilan mereka mengalahkan penjualan Apple di Cina. Sepanjang tahun 2013, perusahaan berhasil menjual 20 juta smartphone dan mempekerjakan mantan VP Android Hugo Barra.

Apa rahasia Xiaomi? Harga Xiaomi hanya setengah dari harga Samsung dan HTC. Meski begitu, kekuatan dan fleksibilitas (yang mereka sebut MIUI) membuat  produk mereka berkualitas.

Selain itu, sekitar 70% dari total penjualan Xiaomi dilakukan secara online, sisanya melalui mitra. Mereka tidak memiliki bisnis ritel. Mereka juga menjualnya ke Hong Kong dan Taiwan dan mungkin menjual secara global tahun 2014 mendatang. Xiaomi Hongmi bisa Anda dapatkan dengan harga US$130.

Coolpad

Pendatang baru lain yang ingin mengalahkan Apple di Cina adalah Coolpad. Menurut Gartner, Coolpad merupakan merek smartphone terbesar ketiga di Cina dalam hal penjualan.

Kebanyakan variasi smartphone Android dijual dengan harga murah. Hanya 13% dari orang-orang Cina yang akan membeli smartphone yang harganya lebih dari US$330, sehingga pasar low-end di sana sangat besar.

Sukses di negeri sendiri, Coolpad akan go global. Asia Tenggara akan segera menjadi target pasar mereka berikutnya.

OPPO

OPPO adalah merek Cina lainnya yang ingin merasakan sukses di luar negeri. Perusahaan ini go global dengan smartphone unggulan terbaru mereka, OPPO N1.

Ponsel ini dilengkapi dengan OS sendiri, secara global merupakan ponsel pertama dengan OS CynogenMod. Indonesia, pasar ponsel muda dan cepat berkembang merupakan target pasar mereka.

INDIA

Read the rest of this entry »

 

Era Internet Of Things, Sudah Siapkah Bisnis Anda?

internetofthings

Internet Of Things merupakan sebuah konsep memanfaatkan konektivitas internet untuk berbagi data, mengontrol jarak jauh benda-benda fisik, dan manfaat lainnya.

Pada prinsipnya, Internet Of Things mengacu pada benda yang diidentifikasikan secara virtual dalam sistem berbasis internet. Contohnya, label tas berbasis sistem RFID dan kulkas pintar.

Jika dilihat dari sisi bisnis, nilai pasar Internet Of Things (IoT) sangatlah luas karena definisinya akan membaurkan lapisan perangkat, sensor, dan kekuatan komputer yang terhampar di seluruh Industri konsumen, B2B, dan pemerintah. IoT memperhitungkan jumlah koneksi besar yang semakin meningkat: 1.9 miliar perangkat masa kini dan diperkirakan akan ada 9 miliar perangkat sampai tahun 2018.

Dalam laporan baru dari BI Intelligence, terlihat ada transisi benda-benda fisik yang menjadi perangkat cerdas penuh dengan sensor yang bisa berkomunikasi dengan gadget lain dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ruang konsumen, banyak produk dan layanan yang sudah pindah ke IoT, termasuk peralatan dapur dan rumah, pencahayaan, produk pemanas, dan perangkat pengawasan perusahaan asuransi mobil yang memungkinkan pengendara membayar asuransi hanya untuk jumlah mengemudi yang mereka lakukan.

Read the rest of this entry »

 

Tren Digital 2014: Saatnya Merangkul Video Online

Tren Digital 2014

Video online akan jadi tren digital 2014

Ketika berbicara tentang platform digital, Indonesia merupakan negara yang sangat potensial. Bahkan Indonesia telah menjadi hotspot terbesar dalam sektor teknologi global. Ada banyak startup tumbuh dan inovasi bermunculan. Nah, bagaimana tren digital 2014 mendatang di Indonesia?

Ekosistem digital di Indonesia telah berkembang begitu cepat dalam tempo singkat dan telah berkembang ke banyak sektor. “Kalau kita bicara digital ecosystem Indonesia katakanlah 10 tahun yang lalu, kita bicara tentang portal seperti Detik.com. Tapi sekarang Indonesia punya mobile, bahkan ada Koprol, dan e-commerce. Digital hadir dalam banyak dimensi,” kata Jordan Khoo, Regional VP, APAC, DG MediaMind.

Menurut Jordan, hal yang menarik adalah seluruh ekosistem digital saling tergantung satu sama lain yang pada akhirnya berkembang menjadi digital economic. Dan saat ini kita masih berada di tahap awal perkembangannya, meski hal ini telah berjalan selama 10 tahun. Jadi, kita masih akan melihat hal-hal yang lebih menarik di masa mendatang.

Indonesia merupakan pasar digital yang sangat potensial, namun saat ini yang tergarap masih kecil bila dibandingkan dengan potensi yang ada. Bahkan alokasi bujet untuk digital advertising saat ini kurang dari 5% dari total bujet iklan yang ada.

Tampaknya memang para marketer dan pemilik modal tidak bergerak secepat konsumen dalam merangkul media digital. Kita melihat perubahan yang cepat dalam pola konsumsi media oleh para konsumen. Mereka mulai berpindah dari media konvensional ke media digital. Semakin banyak mulai beralih dari TV dan surat kabar konvensional ke online.

Masalahnya, marketer dan pemilik merek harus berada di mana audiens mereka berada. Kalau tidak tentu mereka akan kehilangan kesempatan. Mereka tidak bisa menunggu terus. Semakin lama menunggu, semakin terlambat kita masuk ke dalamnya.

Jordan Khoo

Jordan Khoo, VP, APAC, DG MediaMind

Namun, tentu tidak semua pemilik merek dan marketer Indonesia takut dalam merangkul media digital. Jordan Khoo membagi merek Indonesia menjadi tiga. Pertama, international localized brand seperti Unilever. Menurutnya, mereka telah berada jauh di depan yang lain dalam hal digital advertising.

Kedua, global Indonesian brand seperti Garuda Indonesia, Sampoerna, dan lain-lain. “Progres mereka begitu cepat mengingat benchmark mereka juga sangat tinggi. Saya rasa kelompok pertama dan kedua akan memiliki positioning yang sangat kuat di pasar di masa mendatang. ,” begitu jelasnya.

Kelompok terakhir, localized Indonesian brand. Kelompok terakhir inilah yang umumnya takut masuk ke digital. Namun, menurut Jordan apa yang terjadi di Indonesia juga terjadi di negara-negara lain di Asia seperti Cina, Malaysia, bahkan Singapura. Perusahaan-persahaan ini takut dan ragu-ragu merangkul media digital. “Dan bila mereka melakukan sesuatu di digital mereka berharap itu bekerja seperti sulap. Saya mengeluarkan 1.000 dolar, maka saya mengharapkan return sebesar satu juta dolar,” katanya.

Kunci untuk menghilangkan keraguan adalah belajar mengenal dengan baik objek yang kita takuti. Kita harus mengenal betul apa dan bagaimana platform digital yang akan kita masuki bekerja dan tren apa yang sedang terjadi di sana saat ini. Bicara tentang tren, Jordan mengemukakan hal yang akan menjadi tren dalam digital advertising pada 2014 mendatang.

Menurutnya akan ada tiga komponen yang bakal jadi tren tahun depan. Pertama, pergeseran dari TV ke online dalam hal konten video. “Saya rasa video online akan menjadi besar tahun depan. Dan tampaknya akan terjadi pergeseran dari bujet TV commercial ke online ads,” tutur Jordan.

Kedua, mobile. “Kalau kita bicara tentang mobile, Indonesia selalu menjadi pasar yang besar untuk mobile. Bedanya, sebelumnya itu terbatas pada feature phone dan BlackBerry, sekarang lebih banyak penggunaan smartphone dengan layar yang lebih besar. Dengan perubahan kita akan melihat banyak inovasi dari perspektif mobile advertising,” katanya lagi.

Ketiga, media sosial. “Perusahaan-perusahaan seperti Twitter dan Facebook awalnya membangun platform mereka di desktop. Tapi sekarang mereka melakukan segalanya di mobile. Saat ini konsumen mengakses media sosial melalui mobile. Maka engagement kita dengan konsumen di media sosial juga akan lebih banyak dilakukan melalui mobile,” tutup Jordan.

Nah, siapkah Anda menghadapi tren ini?